BAGAIMANA CARI PEMIMPIN??


Kita ga mau kalo nantinya hidup berkesulitan. Bagaimana bila harga-harga barang melambung tinggi? Apa  jadinya bila terjajah seperti jaman kakek-nenek kita? Bagaimana bila semua hasil bumi ini tidak lagi bisa kita rasakan alias sudah jadi milik asing alias tergadaikan? Ga pengen juga kan kalo korupsi itu meraja lela dimana-mana sementara yang miskin jadi semakin susah, sehingga jurang antara si kaya dan si miskin amat sangat jauh.. nauzubillah...
Jadi sekarang semua warga harus mau peduli dan mengerti apa kiat-kiat supaya negara ini dipimpin oleh orang yang tepat dan benar. Kenapa kok semua orang warga negara Indonesia? Ya kan karena yang milih presiden adalah semua warga negara indonesia padahal kan ga semua orang sama latar belakang pendidikannya, budaya, dan pemahamannya. Tetapi semua warga tentunya memiliki satu persamaan terhadap negara tercinta ini yaitu ingin aman, damai, adil, makmur sejahtera dan sentosa seperti yang tertuang di alenia pembukaan UUD' 45 tentang cita-cita luhur bangsa Indonesia.


Saya terinspirasi dari surat Al-Ashr:3 "...orang-orang yang beriman dan mengerjakan kebajikan dan nasihat menasihati  untuk mentaati kebenaran dan nasihat menasihati untuk menetapi kesabaran."

Sedikit tips semoga semua dapat mengambil pelajaran dan bermanfaat.

sumber gambar : google

Al Quran telah memberi tuntunan kepada kita semua tentang bagaimana seharusnya mencari seorang pemimpin yang baik, benar dan tepat. Berikut penjelasannya :


1. Pertama-tama seorang pemimpin harus orang yang beriman dan bertakwa kepada Allah SWT.


(Al-Maidah : 51)
Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu mengambil orang-orang Yahudi dan Nasrani menjadi pemimpin-pemimpin(mu), sebahagian mereka adalah pemimpin bagi sebahagian yang lain. Barangsiapa diantara kamu mengambil mereka menjadi pemimpin, maka sesungguhnya orang itu termasuk golongan mereka. Sesungguhnya Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang yang zalim.


(Al-Maidah : 57)
"Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu mengambil jadi pemimpinmu orang-orang yang membuat agamu jadi buah ejekan dan permainan, (yaitu) diantara orang-orang yang telah diberi Kitab sebelummu, dan orang-orang yang kafir (orang-orang musyrik). Dan bertakwalah kepada Allah jika kamu betul-betul orang yang beriman."

2. Utamakan Laki-laki.


(An-NIsa : 34)
Laki-laki itu adalah pelindung bagi perempuan, karena Allah melebihkan sebagian mereka (laki-laki) atas sebagian yang lain (perempuan), dan karena mereka (laki-laki) telah membrikan nafkah dari hartanhya, Maka perempuan-perempuan yang saleh, adalah mereka yang taat (kepada Allah) dan menjaga diri ketika (suaminya) tidak ada, karena Allah telah menjaga (mereka). Perempuan-perempuan yang kamu khawatir akan nusyuz, hendaklah kamu beri nasihat kepada mereka, tinggalkanlah mereka di tempat tidur (pisah ranjang) dan (kalau perlu) pukulah mereka, Tetapi jika mereka mentaatimu, maka janganlah kamu mencari-cari alasan untuk menyusahkannya. Sungguh Allah Maha tinggi, Maha Besar.


(HR, Bukhari)

"Tidak akan beruntung suatu kaum yang mengangkat seorang wanita sebagai pemimpinnya."

3. Dewasa dan memiliki ilmu yang kompetent (seorang ahli).


(An-Nisa : 5)
Dan janganlah kamu serahkan kepada orang yang belum sempurna akalnya, harta (mereka yang ada dalam kekuasaan) kamu yang dijadikan Allah sebagai pokok kehidupan, Berilah mereka belanja dan pakaian (dari hasil harta itu) dahnucapkanlah kepada mereka perkataan yang baik.

(HR, Bukhari)
"Apabila suatu urusan dipercayakan kepada seseorang yang bukan ahlinya, maka tunggulah waktu kehancurannya."

4. Sehat jasmani dan rohani


kuat fisik dan mental amat sangat diperlukan dalam mengemban amanah kenegaraan yang banyak dan beragam problematikanya serta tahan dalam menghadapi serangan dari lawan politik yang mungkin itu datangnya bisa secara bertubi-tubi.

5. Adil


(QS Shaad : 26)
(Allah berfirman), "Wahai Dawud! Sesungguhnya engkau Kami jadikan khalifah (penguasa) di bumi, maka berilah keputusan (perkara) diantara menusia dengan adil dan janganlah mengikuti hawa nafsu, karena akan menyesatkan engkau dari jalan Allah, Sungguh orang-orang yang sesat dari jalan Allah akan mendapat azab yang berat, karena mereka melupakan hari perhitungan."

6. Jujur, amanah, arif bijaksana dan tanggungjawab.


(HR, Muslim)
Rasulullah saw bersabda : "Dari Abu Dzar berkata, saya bertanya kepada Rasulullah saw, mengapa engkau tidak meminta saya memegang sebuah jabatan?; Abu Dzar berkata lagi, lalu Rasulullah saw menepuk punggung saya dengan tangannya seraya berkata; Wahai Abu Dzar , sesungguhnya kamu seorang yang lemah, padahal jabatan itu sesungguhnya adalah amant (yang berat untuk ditunaikan)."

Inilah sifat dasar pemimpin.
Semoga sebelum memilih semua benar-benar mempelajari orang yang akan kita pilih itu apakah sudah mumpuni.



  • Semoga Ia benar-benar konsisten terhadap masalah korupsi biar dapat diberantas smapai ke akar-akarnya dan jangan sampai tumbuh subur.
  • Semoga memperhatikan kesejahteraan masyarakat.
  • Orang miskin ga susah lagi kalo mau berobat.
  • Pelayanan publik harus lebih ditingkatkan dan birokrasi harus di persingkat sehingga tidak menyulitkan.
  • Masyarakat harus bisa memberdayakan alam untuk bisa menghidupi bangsa jangan selalu bergantung terhadap produk asing (Pemerintah harus membantu warga negaranya dalam memanfaatkan alam dan sumberdaya manusianya asli dalam negeri agar bisa berpotensi untuk menghasilkan produk nasional agar bisa dipergunakan untuk kesejahteraan negeri juga dapat di eksport ke negara nain dan hasilnya dapat digunakan untuk pembangunan dan kemajuan negara). Sekolah juga bukan lagi menjadi konsumsi orang berduit saja tetapi semua warga negara.
  • Semoga dalam pembangunan kota tanpa harus menghapus hutan dan tanaman-tanamannya (alam nya terjaga kelestariannya).
  • Demikian secuil harapan saya terhadap negeri tercinta ini. Semoga Allah melindungi dan merahmati negeri ini menjadi negeri yang dirahmati dan diberkahi.   Aaamin.













0 comments:

Post a Comment